RSS

Monthly Archives: February 2012

Bintang

bintangku,

mungkin terang malam kini sedang meredup. dipenuhi awan yang pekat menutup. mewakili sebuah degup, karna sejatinya ku tak ingin hatimu menguncup. 

kalau boleh sedikit berharap, jangan menghilang kau ditelan kelam. berkelap-kelip lah kembali bagi hati yang kan selalu ada untukmu. aku.

sebab engkau bintangku.

bintang terindah dalam hidupku.

 

 
Leave a comment

Posted by on February 25, 2012 in Ngerumpi

 

02142012

Happy Valentine’s Day… for me.

 
2 Comments

Posted by on February 14, 2012 in Uncategorized

 

Fight!

www.google.com

Belakangan ini saya tertarik dengan salah satu acara di sebuah saluran televisi berlangganan, It’s Showtime. Semacam perpaduan antara kickboxing dan martial arts yang diikuti oleh para fighters yang berasal dari Eropa dan sebagian Asia. Berbeda dengan olahraga bela diri yang jamak ditayangkan di televisi, pertandingan ini mengijinkan para fighters untuk bertarung menggunakan seni bela diri apapun yang dimilikinya. Sesuai aturan yang berlaku, tentu saja. Adalah hal yang lumrah, bila dalam satu kesempatan, seorang pegulat harus beradu dengan atlet Thai boxing. Atau bisa jadi seorang fighter yang memiliki seni bela diri jujitsu tiba-tiba harus menggunakan kakinya untuk menjegal lawan. Pemenangnya tentu saja yang berhasil menumbangkan lawan dan tetap berdiri tegak di atas ring.

Mulanya saya berpikir, yang terkuatlah yang akan menang. Sembari menebak-nebak seni bela diri apa yang terhebat hingga tak mampu dilawan oleh fighters manapun. Namun ternyata anggapan saya meleset. Terbukti, suatu hari seorang fighter dari Rusia – yang beberapa kali memenangkan pertarungan dengan mengandalkan tendangan kuat ke arah kaki lawan – berhadapan dengan seorang penantang. Tidak ada yang menyangka, ternyata kuda-kuda si Penantang sangatlah kokoh. Tendangan seperti apapun tak menggoyahkan kakinya. Ketika fighter Rusia nampak kelelahan menendang, dengan cepat diambilnya kesempatan sepersekian detik itu untuk membalas serangan. Jatuh berdebumlah sang Juara Bertahan.

Di kesempatan lain, terdapat dua orang fighters di atas ring. Secara fisik keduanya nampak berbeda. Seorang lebih besar dibanding yang lain. Saya sudah memasang harga mati, pastilah fighter yang “kecil” itu akan kalah telak dengan cepat. Tapi ternyata penilaian saya melenceng jauh. Sepertinya ia telah mempelajari kelemahan sang lawan. Bagaikan Daud, ia berhasil merobohkan Goliath dengan satu pukulan keras di rahang.

Saya membatin, mungkin seperti itulah hidup. Berada dalam sebuah “ring”. Tidak ada yang terkuat, karena akan selalu ada yang lebih hebat. Selalu ada langit di atas langit. Jadi saya harus belajar untuk tidak terburu-buru bermegah diri. Pasti ada yang jauh lebih baik pada beberapa kelebihan yang saya (merasa) miliki. Jangan sampai terlena di atas angin, karena posisi itu menimbulkan kelengahan hingga pada akhirnya akan sangat mudah untuk dijatuhkan.

Pertandingan itu pun “menurunkan” ilmu untuk menghadapi sebuah permasalahan. Kadang kepandaian dan kekuatan saja kurang mampu menjamin untuk “memenangkan pertandingan”. Ternyata menjadi cerdik dan kreatif juga diperlukan agar dapat bertahan. Bagaimana saya dapat mencari jalan keluar dengan lebih luwes, ketika cara yang biasa dipakai secara bertahap menjadi resisten. Membaca celah sekecil apapun untuk dijadikan peluang dari setiap keputusan yang akan diambil. Yah, hal-hal semacam itulah.

Namun di atas segalanya, kadang kita perlu menyadari satu hal. Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan, namun bagaimana bertanding dengan baik (Baron Pierre De Coubertin).

 
Leave a comment

Posted by on February 14, 2012 in Ngerumpi

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.